Minggu, 21 Juli 2013

CERITA PERJALANAN SI MERAH PENGANGKUT OKSIGEN




anemia animasi.jpg

Halo, kawan-kawan! Gimana puasanya? Semoga lancar deh, ya. Oh iya, udah tahu kan, siapa kami? Apa? Belum? Wah, payah! Ya udah, kami kasih clue deh. Kami ada dan selalu bergerak dalam tubuhmu. Badan kami bentuknya bulat pipih dan cekung bagian tengahnya. Warna kami merah. Siapakah kami ini? Ada yang tahu? Ya, betul! Kamilah sel darah merah atau bahasa kerennya, eritrosit.  Kok bisa kami dipanggil eritrosit? Bahasa mana, tuh? Kami jelasin dikit, deh. Eritrosit itu asalnya dari bahasa Yunani, “erythros” artinya merah dan “kytos” yang artinya selubung sel. Bentuk sel kami bulat pipih, kaya cakram. Bagian tengah sel kami cekung alias bikonkaf dan kami gak punya inti sel. Diameter sel kami cuma sekitar 7,5 sampai 8 μm, tebal bagian tepi sekitar 2 μm, dan bagian tengah sekitar 1 µm. Kecil banget, ya? Tapi kecil-kecil gini, kami penting banget buat tubuh kalian. Kalau kata peribahasa, “kecil-kecil cabe rawit”, gitu. He he he….

Kamilah bagian utama dari sel-sel darah dalam tubuh kalian, karena jumlah kami paling banyak dibandingkan saudara-saudara kami sesama sel darah. Tahu kan, saudara kami? Itu lo, si darah putih sama keping darah. Kalau pada pria dewasa, jumlah kami kurang lebih ada 5 juta butir per 1 mm3 darah, sedangkan pada wanita dewasa sekitar 4 juta per 1 mm3. Wah, wah, banyak banget ya! Tapi jumlah kami bisa meningkat pada tubuh kalian yang tinggal di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Kok, bisa? Soalnya kadar oksigen di dataran tinggi lebih rendah, jadinya tubuh kalian beradaptasi dengan menghasilkan sel darah merah lebih banyak, gitu, lo! Jumlah kami juga bisa berkurang pas kalian lagi kurang sehat, misalnya lagi kena malaria, bukan malarindu lo, ya. He he he…. Selain itu, bisa juga karena ada kegagalan pembentukan sel darah merah atau kekurangan Hb. Apaan tuh, Hb? Nanti kami jelasin, deh ya. Kalau sampai jumlah kami di bawah normal, kalian bisa kena penyakit anemia atau biasa disebut kurang darah. Biasanya kalian jadi lemah, letih, lesu, lunglai, loyo, sampai lempe-lempe awake. He he….


sel-darah-merah.jpg
Kamilah yang bikin darah kalian warnanya merah. Hebat, kan? He he he…. Tahu gak, dari mana asal warna merah kami? Asalnya tuh, dari semacam senyawa protein yang disebut Hemoglobin alias zat warna darah. Hemoglobin, atau disingkat Hb, dalam sel kami berkombinasi dengan senyawa heme yang mengandung zat besi. Makanya, kalau orang kena anemia atau kurang darah, dianjurkan banyak-banyak makan makanan yang mengandung zat besi. Nah, hemoglobin inilah yang fungsinya ngangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, mulai organ-organ besar sampai ke pelosok sel-sel tubuh. Bayangin aja, seandainya gak ada hemoglobin, siapa yang mau nganterin oksigen ke seluruh tubuh kalian? Masa, mau minta anterin tukang pos, kan repot? He he he…. Darah yang mengandung banyak oksigen biasanya berwarna merah terang, sedangkan darah yang mengandung banyak karbon dioksida warnanya merah gelap. Kalau seseorang darahnya kekurangan oksigen, tubuhnya akan berwarna kebiru-biruan atau disebut juga sianosis.

Kami lahir dan dibesarkan di sumsum merah tulang pipih kalian lewat proses yang disebut eritropoesis. Tapi waktu kalian masih dalam kandungan, kami dibentuk di hati dan limpa. Setelah dewasa, inti sel kami direduksi alias menyusut, kemudian kami keluar dari sumsum merah melalui pembuluh darah menuju jantung ditemani plasma darah. Si plasma ini yang jadi pelarut sel-sel darah dalam tubuh. Dari jantung inilah perjalanan hidup kami dimulai. Jeng jeng jeng jeng…. Kami masuk ke serambi kanan jantung, kemudian ke bilik kanan. Bilik kanan jantung memompa kami naik ke arteri pulmonalis, yaitu pembuluh arteri atau nadi yang menuju ke paru-paru. Di paru-paru, hemoglobin mengikat oksigen, tapi gak pakai tali lo, ya. Setelah itu, kami kembali ke jantung melalui vena pulmonalis, pembuluh vena yang keluar dari paru-paru dan masuk ke serambi kiri jantung, lalu ke bilik kiri. Otot-otot bilik kiri memompa kami naik ke aorta, pembuluh nadi terbesar yang menjadi jalan utama darah ke seluruh tubuh. Kami pun mulai bergerak ke seluruh tubuh sesuai gerakan jantung. Kami mengunjungi semua sel dan organ dalam tubuh kalian. Mulai dari kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki, kaya lagu anak-anak, ya? He he he…. Pokoknya seluruh pelosok tubuh kalian gak ada yang gak kami  masukin. Jantung sendiri juga dapat pasokan oksigen dari kami, melalui pembuluh darah yang namanya arteri koronaria. Makanya ada yang namanya penyakit jantung koroner, karena terjadi penyumbatan di arteri koronaria. Makanya, kalian harus mengurangi makanan-makanan berkolesterol, karena bisa menyumbat pembuluh arteri tadi.

sistem peredaran darah tertutup dan ganda.jpg

Text Box: Sistem peredaran darah manusia
Di sel-sel tubuh, oksigen yang kami bawa berdifusi ke sel-sel tubuh dan darah mengambil karbon dioksida sisa respirasi sel. Kami pun kembali menuju jantung melalui pembuluh vena dan mengulang proses yang sama seperti tadi. Saat memasuki paru-paru, kami melakukan barter karbon dioksida dengan oksigen untuk kami edarkan kembali, begitu seterusnya sampai kami akhirnya jadi usang dan udah gak efektif lagi buat ngangkut  oksigen. Itu akhir perjalanan kami, sekitar 120 hari umur kami. Pendek amat, ya? Hiks hiks…. Tapi walau pendek umurnya, yang penting manfaatnya penting kan, buat tubuhmu. He he….

Setelah kami mencapai umur 120 hari, kami akan dirombak oleh hati dan limpa. Hemoglobin dalam sel kami akan diubah jadi zat warna empedu atau bilirubin yang warnanya kekuningan dan biliverdin yang warnanya kebiruan. Fungsi bilirubin untuk mengemulsi lemak dan dikeluarkan ke saluran empedu yang bermuara di usus. Bilirubin setelah dioksidasi dalam usus menjadi urobilin untuk member warna pada feses dan urin kalian. Nah, zat besi dalam hemoglobin gak ikut dikeluarkan, tapi dipakai untuk membuat generasi eritrosit baru oleh sumsum merah. Kira-kira setiap hari ada 200.000 eritrosit yang dibentuk dan dirombak. Jumlah ini kurang dari 1% dari jumlah kami seluruhnya.

Nah, begitulah kawan-kawan, sekilas cerita perjalananku. Gimana, lumayan seru, kan? Walau hidupku singkat, tapi aku bangga bisa berguna buat kalian. Moga-moga ceritaku ini bisa jadi inspirasi dan bermanfaat ya, buat kalian semua. Selalu jaga kesehatan. Selamat berpuasa. ^_^




END

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar